Saturday, September 23, 2017

Kamu, Senja

Malam itu, senja
Saat dingin mulai menyentuh ujung ragaku ini
Kita bicara dalam diam
Berdialog dalam kelam
Berucap dengan sentuhan
Tanpa satupun kata terucap
Tertawa
Tersenyum
Dan serasa mengerti satu sama lain
Dan seketika hangat itu menjalar ke seluruh tubuh ini
Meningkatkan degup jantung
Berpacu dalam wangi yang bisa dihirup
Menyenangkan
Menenangkan
Tak henti hingga pagi datang
Namun senja tak berangsur pergi

Pagi ini, senja
Temaram masih mendekap tubuh ini
Lembut
Tanpa pedihnya cahaya siang yang seolah menyilaukan mata
Tanpa hampanya malam yang menggelisahkan hati

Dan suatu hari, senja
Tetaplah menjadi sesuatu yang hangat
Yang denganmu waktu terasa begitu cepat
Yang denganmu aku ingin merasa dekat
Walau waktumu hanya seketika antara terang dan gelap
Sesederhana itu aku merindu
Semudah itu aku berbahagia
Karena kita suatu saat akan tertawa atas cerita tanpa batas
Tentang senja
Tentang kita


#pyk 24/09/17

Wednesday, July 26, 2017

Alm. H. Alfauzi :')

Hari ini, ak bareng Tante Upik, uni Dewi, pergi takziah k rumah salah satu jamaah haji kami tahun lalu. Bapak Alfauzi. Satu dari sedikit jamaah yg sangat sering bersentuhan dengan kami krna kondisinya yg tidak cukup baik dalam melakukan perjalanan jauh dan ibadah fisik.
Almarhum bertubuh sedang, usia 78th, berangkat seorang diri k tanah suci, tanah yg diimpikannya sejak 2009 saat beliau mendaftar untuk mendapat porsi haji. Sempat tertunda pada 2015 karna sedang masa pemulihan, tahun 2016 beliau diizinkan berangkat oleh timkes haji daerah namun dengan resiko tinggi, dengan PPOK persistent, yang mudah eksaserbasi terutama dipicu oleh kelelahan dan infeksi.
Masih kami ingat, di awal sampai Madinah , hari ke2 beliau harus kami rujuk ke KKHI Madinah krna eksaserbasi, butuh nebulisasi, walaupun di hotel sudah menggunakan inhaler namun serangan cukup berat. Namun beliau diizinkan pulang hari itu, dg istirahat cukup d hotel. Namun seperti kebanyakan jamaah senior, mereka yg sangat bahagia sampai k tanah haram kadang tidak memikirkan resiko dropnya kondisi tubuh melawan udara yg sangat panas (48°C) disana.
Pun setelah berpindah k hotel Mekkah, beliau cukup sering serangan ringan kdg disertai muntah2, kami biasa usahakan dg pemasangan infus+vitamin di kamarnya.
Ingat kira2 beberapa hari sebelum Armina, kami bertemu di mushalla hotel, wajahnya cerah, bahagia bisa sholat berjamaah lagi, menggunakan baju gamis baru warna abu2 :)
Dan kami tetap mewanti-wanti agar beliau ttp menjaga kesehatannya.
Tibalah waktunya Armina, suhu tinggi, tempat berdiam di tenda, kipas yg sering mati, beliau lgsg drop, kami hrs melakukan pemasangan infus, menitipkan beliau kepada dr.chairul di tenda yang sama untuk mengawasi infusnya.. 4hari Armina adalah hari2 yg sangat berat untuk jamaah, terutama yg sudah dengan penyakit dengannya.
Sepulang Armina, kondisi beliau lemah, sesak dan muntah2, otomatis obat2 tidak diserap dengan baik. Stelah sesaknya meningkat, kami merujuknya k sektor dan terus k KKHI Mekah untuk rawat inap. Waktu itu dirawat sekitar 5hari, dan dipulangkan 2hari sebelum pemulangan kami k tanah air, dengan kondisi cukup baik untuk penerbangan 8jam, tapi kami tetap was-was, krna selain beliau, masih ada beberapa jamaah lain yg jg menurun kondisinya.
Setiba di BIM, beliau lgsg disambut tim KKP, lgsg evakuasi dg ambulan menuju asrama, syukurnya beliau bs pulang langsung k daerah walau dg ambulan.
Setelah di tanah air, ak beberapa kali bertemu beliau, terakhir di RS tempat bekerja, beliau pergi kontrol k poli paru, muka cerah, peci haji, dan menggenang airmatanya saat bertemu denganku, cucunya di tanah suci..

kami doakan engkau khusnul khatimah, ditempatkan ditempat yg sebaik2nya :')

Payakumbuh 26juli17

Thursday, August 4, 2016

My dear friend, anya

Sore ini tiba2 vendrick nge wa gue nya, bilang lo udh meninggal, kemarin.
Y Allah, d satu sisi gue sedih  bgt blm bs ketemu lo, cerita sampai semalaman tt apa aja sampe akhrny udah pagi aja. Dsisi lain, gue tau ini cara tuhan mengangkat sakitny dr lo.
2014 pas gue tau lo mulai bolak balik surabaya buat kemo dan radioterapi, lo g pernh blg lo sakit, kita tau dr komenan tmn2 lo. Gue tau gimana kuatnya lo berjuang.
Inget g nya, pertama kita satu panitiaan bareng? Disaat smw tmn2 lainnya udah tepar, wktu it kita bkin kesepakatan syp yg tidur dluan hrs traktiran, akhrny cecowo yg tidur, kita bangun mpe jam5, kudu mandi dan lanjutin acara lkmm ya? Apalah gue lupa pokonya pelatihan kepemimpinan eta.
Inget jalan2 bego kita ke gwk, masuk toilet cowok sesukanya, lanjut ke padang2 sm bagus n vendrick.
Eee abis it pake jadian sm vendrick.. mana g bilang2, awalny gue bete bgt pas tiba2 kalian dtg2 kkos udh jd pasangan aja, pdhl sblumny kita group call g ada yg cerita 😑😑
Tapi apalah smw it, dibandingin lo yg selalu senyym, ketawa, selalu ngerasa mancung.
Th kemaren kita masih ngerencanain ngumpul, bareng bagus juga, lo wktu it udh sehat lagi, udh lese kemo, udah kerja lagi, sdg smngat2ny buat ngumpul, maaf y Anya sayang kami yg sehat ini malah blm bisa ngewujudin impian kita. Gue sm vend jg br tw lo single parent buat Matthew nya, gue yakin matth psti kuat bgt  nyokapnya, dy lahir bahkan ketika lo lg drop lagi..
Gede d lingkungan yg multi agama bkin lo luwes gaul dg siapa aja, tanpa memandang sara, lo g pernah masalahin kami yg muslim, ttp open house pas Natal, sampe ngajakin gue k Gereja, tp juga mw2 aja dipakein jilbab.
I do proud bout you darling..
N  i gonna miss every little thing bout you..
Gue, vendrick, sayang sama lo, kita sering cerita tt lo, semoga dilancarkan perjalanan lo abis ini ya :')

Payakumbuh - Jakarta - Denpasar 040816

Thursday, February 26, 2015

Senja

Apa kabar senja?

Kali ini ak menyapamu di puncak tertinggi rumah yg bisa kugapai..
D kolong langitmu tuhan..

Ak menyisihkan waktu mengingat sedikit masa lalu.. membayangkan akan bagaimana hidupku kelak..

Maafkan ak tuhan.. ujung terang ini kuhabiskan dg pekerjaan yg tidak kau sukai..diam dan menyesali keadaan..

Langit masih merah ketika lamunku atas usaha panjangku untuk tegak berdiri terseok tertatih berhasil kutempuh sendiri..usaha tahunan.. yg baru berhasil mgkin belum satu semester ini..
Dan dia datang lagi..
Dg caranya membawaku naik tuk terbang dan mulai impikan masa depan lagi..
Sampai tiba di sebuah tempat gelap dia lepaskanku lagi..

Kini ku terbang sendiri..dalam gelap..
dan jalanku sendiri yg harus tentukan..
Apakah ak rela untuk dihempaskan dan remuk di dasar..mengais sisa2 rasa kasihan..
Atau..

Wednesday, December 24, 2014

Waktu

Kadang kita g pernah tau kapan waktu yg tepat untuk sesuatu..

Menunggu..
Dan apakah akhirny akan menyakitkan atau menyenangkan..

Dan ak sudah memutuskan untuk terus mencoba :)


Bandung, 25/12/14

Monday, January 13, 2014

Dan izinkan ak merasakannya

Siapa bilang urusan hati adalah urusan gampang? 
Bahkan wanita yg pernah berhasil menjalin komitmen pun bisa berkata sulit..
Apalagi jika wanita tersebut gagal mempertahankannya..

Tp realitany begitu.saat seorang rekan bercerita menyesalny dia hrus berakhir mnjadi seorang ibu tunggal..ia tak pernah inginkan hal itu terjadi.. ketika itu adalah satu2ny hal yg cukup baik untuk hubungan mereka dan masa depan anak mereka.ia memilih untuk jalan sendiri..mgkin it mimpi terburuk yg menjadi kenyataan..

Dan aku?
Sendiriny masih menimbang soal hati..
Ingin langsung berkomit tentang masa depan..

Dan kamu?
Yang tau impianmu..
Sejatiny dimudahkan jalan menuju itu..

Tuesday, April 2, 2013

yg tertunda

Dan ak pernah sampai kepada titik ini

Menarikmu dan memaksamu untuk bertatap
Berbincang dua arah
Berfikir dalam diam
Berkhayal masa depan

: duduk dan diamlah sebentar, kadang banyak hal penting yg tak sempat terucap selama raga kita menjauh
: mungkin diam adalah pilihan
: diam di tempat dan berlari kearah berlawanan adalah dua hal yg berbeda, dan yang kurasa, kamu lari, menjauh
: dan apalagi gunanya diamku?
: untuk mendengar sedetik, isi kotak impian
dan jika ini memang seharusnya terpisah, seharusnya bukan sebuah hubungan yg terputus olehnya
seandainya pun ini adanya, tetaplah membagi kata, bukan asa
: diamku takutku
: karna aku tidak memaksamu memintaku
: lariku inginku
: berbiasalah
: detik ini, impianku
: dan jangan sampai aku menjadi orang paling meyulitkan dengan mengejar ini terus hingga memuakkanmu
: mungkin itu inginku. .
: dan tak bisakah itu terungkapkan
: seluruh ragaku inginkannya, entah bagian mana yg menolaknya
: tundukkan kerasku
: sesukamu


Dan ak berharap pernah sampai di titik ini